Networking Meeting 27 september 2018

Bagaimana Cara Menentukan Pembagian Saham dalam Usaha Bersama.
————————————————————-
Modal semangat dalam membangun sebuah usaha bersama tidak bisa berhenti hanya di semangat yang menggebu-gebu saja

Bisnis perlu angka. 
Setiap peran dan kontribusi pemilik usaha pun harus diangkakan di awal sebelum memulai.
Hal ini agar menjaga tingkat rasionalitas kita saat bisnis sedang bertumbuh ataupun sedang merugi.

Ya… Karena bisnis bukan bicara tentang perasaan, tapi berbicara tentang angka.
Bisnis tidak bicara tentang angan-angan semata, tetapi juga bagaimana merealisasikan dalam perhitungan-perhitungan realistis.

Berapa nilai pembagian saham atas kepemilikan perusahaan. Bagaimana cara menghitungnya.

Berapa nilai modal yang harus disetor. Bolehkah seseorang tidak menyetor modal dikarenakan dia memiliki skill yg dibutuhkan perusahaan?

Siapa yang berperan di jajaran direksi maupun komisaris, apa perannya masing-masing, bagaimana sistem penggajiannya.

Bagaimana jika dalam perjalanannya, perusahaan membutuhkan dana liquid.
Opsi apa yang bisa dipakai… Apakah melepas saham, ataukah menawarkan investasi jangka pendek kepada investor?

Perlukah perusaahaan go public suatu hari nanti? Apa step-stepnya?

Bagaimana menilai nilai saham setelah berjalannya waktu. Apakah terjadi kenaikan, atau justru turun?

Pertanyaan2 tersebut sudah terjawab dalam pertemuan Di Networking Meeting JPMI kemarin sore, 27 September 2018 bertempat di Uniqorn Working Space yang terletak di bilangan TB. Simatupang.

Narasumber kami, Bp. Robbyantono atau biasa kami panggil pak Robby, menjelaskan melalui studi kasus yang mudah dicerna dan berdasarkan pengalaman bisnis beliau di bidang properti.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kami sedang menyiapkan materi lengkapnya dalam format video lengkap yang nanti akan di upload di IG TV akun instagram kami. Semoga bisa memberi manfaat bagi para pelaku usaha.

Bagi yang tidak hadir di acara ini, bisa melihat video lengkapnya di akun instagram kami @jpmidkijaya