Bisnis Trip JPMI DKI Keliling Perusahaan Peternakan Ayam, PT. QL Trimitra

Serunya Bisnis Trip JPMI DKI Keliling Perusahaan Peternakan Ayam, PT. QL Trimitra ::

ChanelMuslim.com – Business Trip yang diadakan oleh Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) DKI Jakarta sangat seru. Apalagi business trip ini bersama 40 pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia. Memang kegiatan Business Trip ini baru pertama di adakan oleh JPMI DKI Jakarta tetapi tidak mengurangi antusias peserta mengikuti kegiatan ini.

Sejak pukul tiga pagi, Kamis (18/10/2018) para peserta sudah mendatangi Masjid Al Hidayah yang bertempat di Jl. Deposito 1, RT.8/RW.8, Menteng Dalam. Lokasi masjid ini memang strategis menjadi tempat berkumpul. Karena sangat menarik, ChanelMuslim juga ikut menjadi bagian dari salah satu peserta Business Trip.

Business Trip ini menurut Ketua JPMI DKI Jakarta 2018-2023, Rikzantara berkunjung ke salah satu perusahaan peternakan ayam populer di Indonesia, PT. QL. Trimitra.

Perusahaan ini merupakan bagian dari QL Group yang terdiri dariperusahaan yaitu Pertama, PT. QL Trimitra yang bergerak dibidang Pembibitan Ayam Pedaging (Breeding Farm), Penetasan (Hatchery), Peternakan Ayam Pedaging (Broiler Commercial Farm) dan Perdagangan Hasil Peternakan (Poultry Trading). Kedua, PT. QL Agrofood yang bergerak dibidang Peternakan Modern Ayam Petelur (Layer Commercial Farm) dan Pabrik Pakan (Feedmill).

Rikzantara berharap dengan kunjungan ke PT. QL Trimitra ini, para pengurus dan anggotanya juga bisa memajukan daerahnya masing-masing, seperti yang dilakukan oleh Cecep M.Wahyudin, putra daerah Cianjur.

“Berharap dengan kunjungan ini, para anggota dan pengurus JPMI baik dari Padang, NTB, dan Jawa Barat dapat memajukan daerahnya masing-masing seperti, Kang Cecep,”kata pengusaha kuliner ini di PT QL Trimitra, Kamis (18/10/2018).

Sebelum keliling di PT. QL. Trimitra, para peserta dibagi menjadi dua grup besar. Tiap grup besar dibagi menjadi dua kelompok dengan terdiri 9 orang. Menurut drh. Rina, Quality Control PT. QL Trimitra, perusahaanya sangat menjaga kehalalan dari produksi ayam. Kami juga diharuskan memakai pakaian dan masker sebelum memasuki ruangan produksi PT. QL Trimitra.

“Kami sangat menjaga kehalalan dari saat kedatangan untuk dijagal hingga menjadi ayam yang sudah diproduksi menjadi berbagai produk,”katanya.

Hal itu terbukti saat melihat proses ketika ayam-ayam tersebut diterima di bagian pengecekan ayam. Ayam-ayam tersebut sebelum dikeluarkan dari kandang dicek terlebih dahulu. Dilihat apakah kondisi ayam itu baik atau tidak. Bila tidak sehat, ayam tersebut akan dikembalikan ke peternakan karena akan berpengaruh saat penjagalan hingga produksi menjadi produk. Untuk mengecek kondisi ayam tersebut menurut drh Rina sangat sederhana.

“Cukup melihat visual ayam dan tubuhnya,”katanya saat ditanya ChanelMuslim.com.

Setelah dari dicek, ayam tersebut akan di berdirikan terbalik. Saat memerlakukan ayam-ayam tersebut menurut drh. Rina harus dengan lembut dan tidak kasar.

“Caranya harus baik-baik karena kami ingin ayam-ayam tersebut merasa nyaman ketika disembelih. Jangan sampai berontak,”katanya.

Salah satu caranya, ayam-ayam yang diberdirikan tersebut dimasukkan ke ruang gelap. Di ruang gelap tersebut, kata drh. Rina, merasa nyaman untuk disembelih.

“Kita tidak ingin ayam-ayam itu takut ketika disembelih. Ruang gelap ini adalah salah satu caranya agar mereka tidak merasa takut dan mengetahui bahwa salah satu kawannya sudah dibuat pingsan,”katanya.

Di dalam ruang gelap tersebutlah, ayam-ayam tersebut dipingsankan dengan voltase mencapai 50 volt.

“Ukuran tersebut sudah menjadi standar memingsankan ayam,tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil,”katanya.

Karena kalau terlalu besar, kata Rina, ayam tersebut akan mati dan menjadi bangkai.

“Kalau sudah jadi bangkai, nggak halal lagi,”katanya.

Ruang Penyembelihan

Setelah pingsan, ayam tersebut langsung disembelih oleh tiga lelaki yang sudah bersertifikat dari Majelis Ulama Indonesia. Lelaki bermasker tersebut tanpa perasaan langsung mematikan ayam-ayam yang sudah pingsan. ChanelMuslim sampai takjub ketika melihat mereka menyembelih ayam-ayam tersebut. Bukan hanya cepat tetapi pisau yang dipegangnya sangat tajam.

drh Rina mengatakan cara penyembelihan mereka sudah bersertifikat MUI sehingga tidak perlu diragukan lagi dalam kehalalannya.

“Dalam menyembelih menurut MUI dengan membaca doa sembelih lalu memotong tiga saluran yakni pernafasan, makanan, dan darah,”katanya.

Karena ini ribuan yang disembelih, kata drh Rina, cukup sekali saja do’anya.

“Jadi tidak perlu berulang-ulang dalam penyembelihan,”katanya.

Ruang Pembersihan

Setelah disembelih, kami diajak ke ruang pembersihan oleh drh. Rina. Ruangan tersebut terdapat alat robotik yang mampu membersihkan ribuan ayam. Secara otomatis bulu-bulu mereka tercabut dengan sendirinya.

Menurut drh. Rina, ayam tersebut masuk ke dalam alat yang berisi air panas.

“Di dalam sana ada air panas sehingga dengan mudah bulut-bulunya dapat tercabut setelah masuk ke alat pencabutan bulu,”katanya.

Meski demikian terdapat tiga pegawai yang mengecek apakah ayam tersebut sudah bersih dari bekas darah sembelih dan bulunya. Bila belum bersih, ketiga pegawai tersebut mencabut bulu-bulu yang masih berada di tubuh ayam.

Setelah itu, kami diajak untuk melihat bagaimana proses mengeluarkan jeroan dan kotoran ayam. Caranya juga unik, para pegawai tersebut memegang alat aneh seperti garpu besar. Lalu dimasukkan ke dubur ayam. Dari sana langsung dikorek keluar. Menakjubkan, jeroan dan kotoran tersebut langsung keluar dari perut ayam.

Setelah sudah dipastikan bersih, ayam-ayam tersebut secara otomatis akan masuk ke ruangan pemotongan.

Ruang Potong dan Produksi

Di ruang potong tersebut, ayam tersebut dipotong sesuai ukuran yang ingin diproduksi. Ada yang dipotong sampai sembilan bagian, tujuh bagian. Alat untuk memotong bermacam-macam. Ada yang menggunakan pisau tajam, ada juga menggunakan alat seperti mesin grinder.

Di ruang produksi ini, kata drh Rina, semua bagian ayam bisa dijual termasuk ampas hingga jeroannya. Salah satunya adalah jeroan dada dan paru ayam. Jeroan-jeroan tersebut diambil satu persatu dari dada dan paru ayam. Uniknya hanya beberapa pegawai yang melakukannya. Dada dan paru ayam yang sudah bersih dari jeroan dipisahkan dan akan diangkut ke bagian lain yang memproduksi menjadi ayam untuk digoreng hingga sosis atau disate.

Ruang Pengemasan.

Setelah dari ruang produksi kami melihat ruang pengemasan. Ruang tersebut juga terdiri dari berbagai orang dan mesin yang berbeda. Ada mesin besar yang bisa mengepak hingga berkilo-kilo ayam. Ada juga yang mengepak ayam yang sudah menjadi bumbu.

Ruang Penyimpanan

Setelah dari ruang pengemasan kami di ajak berkeliling melihat ruang penyimpanan. Sampai di ruangan tersebut, kulit kami langsung merasa nyeri. Apalagi kata drh. Rina suhu ruangan tersebut sampai minus 18 derajat celcius.

Ruang penyimpanan tersebut menurut perempuan berjilbab ini bisa menyimpan produksi ayam selama setahun.

“Ruangan ini bisa menyimpan hasil produksi sampai setahun lamanya. Meski demikian, rata-rata enam bulan juga sudah terotasi dan terjual,”katanya menjelaskan.

Dari ruangan penyimpanan yang sangat dingin kami sampai di ruangan terakhir untuk dikirim. Di ruangan tersebut produk ayam yang diproduksi di tempatkan trolley khusus. Uninknya trolley itu ditempatkan tidak disudut ruangan.

Salah satu peserta, Yanuar dari NTB sangat kaget ketika melihat bagaimana ayam-ayam tersebut di produksi.

“Dari kunjungan ini, saya merasa mendapat hal yang baru. Selama ini kita hanya tahu rasanya ayam tetapi tidak tahu proses dari ayam menjadi makanan siap santap,”katanya.

Ia juga mendapat inspirasi setelah berkunjung di PT. QL Trimitra. Apalagi di daerahnya di Lombok belum ada industri selengkap ini.

“Rata-rata di sana menggunakan teknologi tradisional,”katanya.

Ia berharap business trip ini dilakukan sebulan sekali.

“Banyak pengalaman baru yang didapat dengan kunjungan seperti ini. Semoga bisa sering-sering mengadakan Business trip. Siapa tahu bisa mencoba dan melakukan bisnis yang sama setelah melakukan Business trip,”pungkasnya. (Ilham)